Ilmu Budaya Dasar_dua puisi

Cintaku di blokir

Cintamu butek bagaikan air sungai ciliwung yang mengalir kuning di pusat kota betawi…
walaupun kata katamu indah bagaikan sair lagu Rinto Harahap anak Medan yang tinggal di peluit sakti…
kau permainkan aku bagaikan anak kucing mempermainkan bola bekel di pelataran rumahmu yang sempit itu….
janji janjimu palsu seperti janji janji kolonialis yang pernah menjajah negeri kita tersayang ini…

tapi ingatlah hai kekasih hukum karma sebentar lagi berlaku pada dirimu…
kau sakiti hatiku sehingga terasa pedih seperti ketika kutilku dicabut…
betapa hancur perasaanku yang robek ini…seperti terigu

aku menangis sendirian dimalam sepi tiada yang menemani
ingin kuadukan kepada polisi tapi sayang semua tidak ada bukti buktinya…
engkau kejam…, kekasih..kejam…, hatiku bertambah sedih ……


Cintaku berat di ongkos

butir-butir air mataku mengalir bagaikan air yang mengalir dari hilir
kumenangis sendirian didalam kamar karena yang lain sedang pergi kepasar
kuingin berteriak keras biar orang seluruh dunia pada mendengar
tapi sayang suaraku terbatas terdengar sampai kelurahan paling pol sekecamatan

engkau kejam, engkau sadis kekasihku yang egoistis tapi manis seperti pala manis
kau putuskan tali cintaku yang tebal seperti tambang kapal
hatiku kini hancur luruh bagaikan cermin yang jatuh dari helikopter
tak mungkin bersemi lagi

kini tiada lagi cinta, yang tinggal cuma celana kolor
hidup trasa hampa udara napasku sesak seperti menghirup asap tabunan
kan kubawa luka hatiku berlari marathon lewat jagorawi
smoga aku dapat melupakan wajahmu yang bulat seperti bangkuang bogor


Tidak ada komentar:

Posting Komentar