Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang membuat dunia ini seakan-akan sedang
lari. Kita pun harus ikut berlari kalau tidak kita akan ketinggalan. Kalimat
tersebut menggambarkan bagaimana datangnya arus globalisasi saat ini.
Globalisasi telah mempengaruhi hidup dan tatanan sosial kita. Sebagai contoh,
kita lebih senang bermain dengan gadget yang kita punya dari pada mengobrol
dengan orang disekitar kita, membuat sikap menutup diri dan berpikiran sempit
sehingga mudah dipengaruhi orang lain.
Globalisasi
pada dasarnya lebih condong kearah sistem kapitalis yang sangat individualistis
dan ingin memperoleh keuntungan yang lebih besar. Hal ini mengakibatkan
solidaritas sosial, sehingga bersifat masa bodoh terhadap permasalahan
masyarakat dilingkungan sekitarnya. Hal yang lebih mengkhawatirkan adalah bahwa
sifat kegotongroyongan dan sifat kekeluargaan bangsa Indonesia yang sudah
mendarah daging sejak zaman dahulu kala akan kian terkikis oleh paham kapitalis.
Pemuda merupakan penerus, pewaris dan penanggungjawab masa depan sebuah bangsa.
Oleh sebab itu kejayaan suatu bangsa bisa dilihat dari peran para pemuda masa
kini, karena para pemuda (generasi muda) harus siap menjadi pelaku-pelaku
pembangunan.
Dalam masa globalisasi ini, tidak
ada satu negara pun yang mampu mencegah masuknya pengaruh perekonomian dunia.
Globalisasi seperti halnya arus modernisasi yang datang begitu deras masuk ke
sendi-sendi kehidupan masyarakat. Tidak ada lembaga maupun individu yang dapat
mencegahnya. Salah satu contohnya adalah bidang teknologi informasi, seperti
komputer dan telepon seluler telah masuk dan menyatu dengan kehidupan
sehari-hari masyarakat dengan kelebihan dan kekurangannya. Di bidang budaya
misalnya, seiring dengan terus berkembangnya kamajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi, budaya-budaya asing hampir selalu mengiringinya. Pemuda zaman
sekarang sudah tidak asing mengenal yang namanya notebok, laptop, facebook,
twitter, instagram dan lain sebagainya. Akses internet sudah merambah di
daerah-daerah di negeri ini. Segala informasi mudah sekali memasuki rumah-rumah
melalui pesawat tv. Itu semua adalah budaya-budaya asing yang tanpa di sadari
atau tidak telah menghipnotis dan membudaya pada generasi muda.
Manfaat adanya Globalisasi
Globalisasi sangat bermanfaat bagi
kehidupan sehari – hari, sebagai contoh pada bidang teknologi dan inforrnasi.
Hampir segala kegiatan menggunakan pemanfaatan teknlogi. Misalnya saja, Pak
Tani hendak menanam padi, tidak perlu lagi membajak sawahnya dengan sapi.
Membuat surat formal, tidak perlu menggunakan mesin ketik, sudah ada komputer
atau laptop, meskipun mesin ketik di beberapa lembaga masih di butuhkan.
Pekerjaan semakin lebih cepat dan mudah dengan di bantu dengan peralatan
teknologi. Tetapi, dengan adanya kemajuan di bidang teknologi dan informasi, generasi
muda di negeri ini banyak yang terlena dan terbuai dengan indah dan gemerlapnya
kemajuan di bidang teknologi dan informasi. Banyak waktu dihabiskan dengan
facebookan, twitteran, chatting, dan game online dan lain sebagainya dibanding
bersosialisasi dengan lingkungan sekitar atau dengan sesama pemuda yang lain. Kecanduan
terhadap perangkat teknologi modern bisa menghambat kehidupan normal menjadi
rusak, artinya menghambat semua aktifitas yang biasa dilakukan akan lebih
lambat dan lalai dalam selesai, banyak waktu yang terbuang sia-sia. Jika generasi muda seperti itu terus
menerus, sepuluh bahkan duapuluh tahun yang akan datang negeri ini akan semakin
tertinggal dengan negeri lain.
Layaknya
arus sungai, proses globalisasi mengalir deras masuk dalam setiap sendi
kehidupan masyarakat. Membentengi diri dari gempuran arus gliobalisasi adalah
sikap yang tidak bijak. Sementara mencebur dididalam arus globalisasi juga
tidak bijak. Sikap yang tepat adalah ikut ambil bagian didalamnya sambil tetap
selektif terhadap pengaruh negatifnya dengan melakukan hal-hal berikut:
menyeleksi budaya asing yang masuk negara kita, tidak meninggalkan nilai-nilai
luhur budaya bangsa, tetap mengikui perkembangan informasi dan teknologi agar
tidak tertinggal dan lain sebagainya.
Sumber :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar